Friday, October 2, 2015

Motivasi diri

           “If you want to grow lets people hurt you” kira’ spt itu kata-kata motivasi dari seorang entrepreneur dan writerpreneur muda mbak Ollie yang telah menginspirasi muslimah Indonesia untuk aktif sebagai penerus Kartini memajukan pendidikan Indonesia, karena wanita adalah pendidik pertama seorang manusia.

Memang benar berbagai uji coba kehidupan yang diberikan oleh Allah kepada manusia membuat manusia semakin kuat asal kesabaran selalu mengikutinya dalam menghadapi ujian dan cobaan tersebut. Seperti bola bekel hantamkan diri kita sekuat-kuatnya hingga memantul lebih tinggi. Saat kita sabar menghadapi ujian, sebenarnya Allah punya skenario untuk mengangkat derajat kita bukan hanya di hadapan manusia tapi juga di hadapan Allah. Saat orang lain menyakiti kita, kitapun akan introspeksi diri sehingga membuat kita tersadar atas kesalahan-kesalahan yg telah kita perbuat. “Inna ma’al ‘usri yusro” sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan. Kuncinya hanya kesabaran. Man Shobaro Zafiro. Siapa yang bersabar akan beruntung :).

Sunday, September 27, 2015

JUST CURHAT

Aku terkadang bingung apa yang harus aku rasakan ketika aku ditakdirkan kuliah di sebuah Universitas negeri, awalnya senang. Tetapi ketika waktu berjalan, aku merasa terbebani dengan berbagai keadaan-keadaan baru yang lebih menantang. Cultural Shock mungkin itu yang aku rasakan sekarang, mulai dengan bertemu berbagai teman yang kompleks, berbeda budaya, agama, kebiasaan, adat, dll. Awalnya aku senang, tapi lama kelamaan keadaan ini menuntutku untuk menerima segala hal yang belum aku ketahui tentang mereka dan beberapa hal yang tidak sesuai kehendak hatiku. Aku berusaha menerimanya menjadikannya pengalaman dan pelajaran.
Waktu berlalu, saat memulai perkuliahan aku bertambah shock lagi ketika pengajarku yang dahulu disebut "Guru" berganti nama menjadi "Dosen". Entah terasa ada yang aneh saja, prinsip mereka pun jauh dari apa yang di sebut Guru, karena Dosen hanya sebagai pengantar seorang Mahasiswa untuk mendapatkan suatu ilmu. Mahasiswa harus berperan 100% di dalam perkuliahan, tuntutan itulah yang mungkin agak membuatku sedikit kaget, bingung, tertekan dan perasaan tidak nyaman lainnya. Aku berusaha tenang, tapi entah perasaan 'tertekan' itu selalu datang menyelimuti hati dan pikiranku. Akupun sadar, persaingan di tingkat perkuliahan juga jauh lebih kompleks dan ketat dibanding jenjang pendidikan yang sebelumnya.
Ditengah-tengah perkuliahan pun, kontrasosial antar teman Mahasiswa tiba-tiba muncul, hal itu yang membuat hatiku tambah kalut. Mulai dari kata-kata beberapa teman kepada teman lain yang tidak mengenakkan, atau apalah itu.
Tetapi lama-lama aku sadar, mengerti dan merasakan proses penempaan diriku yang sesungguhnya. Semoga ini menjadi awal pijakanku menuju pendewasaan diri, pengembangan diri, perluasan wawasan, pengembangan pemikiran-karakter-sikap-dll. Alhamdulillah, dukungan dan doa keluarga selalu menyertai kala aku jauh berada di tanah perantauan ini. Berbagai nasihat, penyemangat, pengingat dari mereka terutama Ibu, semua itu dapat menguatkanku di sini di tanah perantauan ini.
Barakallah Amira... Tetap semangat menjalankan aktivitas yaa.. Bismillah sandarkan segalanya kepada Sang Pencipta :)

Saturday, February 21, 2015

Perhatikan Siapa Temanmu!



Assalaamu’alaikum W. W.
Yusuf bin Al-Husein menceritakan : Aku bertanya kepada Dzun Nun tat kala perpisahanku dengannya “kepada siapakah aku duduk, berteman dan belajar?”
                Beliau menjawab,”hendaknya kamu duduk bersama orang yang dengan melihatnyaakan mengingatkan dirimu kepada Allah, kamu memiliki rasa segan kepadanya di dalam hatimu. Orang yang pembicaraannya bisa menambah ilmumu. Orang yang tingkah lakunya membuatmu semakin zuhud kepada dunia, bahkan kamupun tidak mau bermaksiat kepada Allah SWT selama kamu sedang berada di sisinya. Dia memberikan nasehat kepadamu dengan perbuatannya, dan tidak menasehatimu hanya dengan ucapannya semata.” (al Muntakhab min kitab az zuhd wa ar Raqaa’iq, hal. 71-72)
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam kegiatan hablum minannaas,kita harus memilah dan memilih seorang kawan. Karena seorang kawanlah yang menjadi patokan baik atau tidaknya kita dalam bermuamalah di kehidupan sehari-hari, karena kawan juga yang pengaruhnya sangat besar dalam kehidupan pribadi kita. Seperti tombo ati yang salah satunya mengatakan “Berkumpullah dengan orang-orang shalih”. Maka dari itu berkawanlah karena Allah SWT yang mana InsyaAllah akan selalu mengingatkan kita kepada Allah sehingga dapat mencegah kita menuju ke perbuatan dosa. Aamiin…
Wassalaamu'alaikum W. W.

Wednesday, February 11, 2015

Lelaki Tua dan Laut


Tittle                           : Lelaki Tua dan Laut
Author                         : Ernest Hemingway
Publisher                    : PT SerambiI lmu Semesta
Year of Publication   : May 2009 First Edition
                           Second mold July 2009
                           Third mold November 2009
Translated from The Old Man and The Sea published by Collier, New York, 1986
Translators                  : Yuni Kristianingsih Pramudhaningrat
Page of Book              : 145 Pages


A highly motivating book readers. The Old Man and The Sea tells the story of an old man's struggle to catch a Marlin fish. He is Santiago. Previously he was fishing along with boys in 84 days without a break but failed to get the Marlin fish. However, Santiago struggles to get the Marlin was not stop in there, the old man did’nt give up. This is the real struggle, begins when Santiago sailing alone. He fought against his own mind between the mind to give up and fight. Despite, he must confronted many obstacles in the middle of the sea. Finally, Marlin get caught that weights approximately twice the size body of Santiago.
As our lives, this book provides an awareness that a success in getting through hard and long journey; and full of challenges. The story of the struggle Santiago highly inspire us to always endeavor and hard work, and never give up in getting success. This short story is the translation of literary works translated very well and beautiful premises with an appropriate choice of words and make this short story easily understood by the reader. With inspiring stories and has a beautiful writing make The Old Man and the sea into a short story of the legendary and deserves to be appreciated.
This novel is the best work of Ernest Hemingway, the legendary American author and winner of the Nobel Prize of literature, as well as his last novel published during his lifetime.


L.I.E (Love Is Endless) 3

                20 Februari 2011
                Jam dinding berdetak-detak dalam keheningan malam ini. Aku berbaring malas diatas tempat tidur. Di sampingku tergeletak rangkaian tali makrame warna biru, warna kesukaanku. Benda berwarna biru itu darinya. Sosok yang begitu kurindukan saat ini. Aku menyentuh tali berwarna biru itu tanpa berniat mengambilnya. Kubiarkan benda itu tergeletak tetap pada tempatnya. Aku menyentuh dan mengelus teli demi tali dengan lemah. Seakan benda itulah sosok yang begitu kurindukan saat ini. Kelopak mataku terasa hangat, dan sesaat kemudian meneteskan butir-butir airmata. Sungguh, aku tak mengerti mengapa aku bisa begitu merindukan seseorang seperti ini. Terkadang, aku merasa sedikit konyol jika perempuan bisa begitu merindukan seorang lelaki. Dan seiring berjalannya waktu, aku sendiri menyadari bahwa akulah perempuan konyol itu.
                Aku bangkit untuk duduk kemudian menyeka airmataku. Aku meraih sebuah HP yang tergeletak di atas meja. Aku ingin mendengar lagu itu lagi. Lagu yang pernah jadi kesukaanya waktu itu (D’masiv- Rindu Setengah Mati)
                Aku rindu setengah mati kepadamu
                Sungguh ku ingin kau tahu..
                Ku tak bisa hidup tanpamu
                Aku rindu
Lagu selesai berputar, aku melihat jam menunjukkan pukul 23.55 WIB, 5 menit lagi  adalah hari ulang tahunnya. Aku segera menulis pesan singkat untuknya. Akan ku kirimkan tepat pukul 00.00 WIB.
To: Mas
                Telah ratusan hari kau penuhi hidupku, yang kau letakkan bukan senyum bukan pula tangis. Entah harus bagaimana cara memandangmu, yang aku tahu kau begitu rumit. Aku menyaksikan titik terendahmu.
Doa… Hanya itu yang selalu terbatin untukmu karena nyatanya lakuku hanya sia-sia. Semoga detik ini adalah pembaharu bagimu. Semoga asa tak terbatas selalu melingkupi dirimu. Di hari-hari yang akan datang. Semoga hatimu terbuka. Sehingga melihat dengan jelas. Apa yang telah kau beri. Dan kau tinggalkan begitu saja. Semoga bahagiamu selalu diiringi rahmat-Nya. Happy milad 17th, Mas. Wish you all the best!
                Message sent tepat pukul 00.00 WIB.
Kemudian aku berbaring dan memejamkan mata. Aku tertidur dalam keadaan tersenyum. Aku tahu hari ini adalah hari bahagia untuknya. Hari baru dimulainya menyongsong kedewasaan. Dalam hati aku mendoakan segala kebaikan untuknya.
***
                Aku duduk pada sebuah bangku panjang di depan kelas yang sudah kosong dan sepi. Ya, kelasku yang dulu, aku sengaja memilih tempat ini untuk membaca kembali surat darinya, karena di tempat inilah aku dapat mengingat peristiwa masa lalu dengannya. Peristiwa masa lalu yang selalu membuatku rindu, ketika aku sedang duduk bersama teman-temanku di depan kelas. Dan dia juga sedang duduk bersama teman-temannya di depan kelasnya. Kelas kami berseberangan sehingga dia dengan mudah dapat melihatku dan begitu juga sebaliknya. Aku selalu dibuat tersenyum mengingat masa-masa itu.
                Angin sore berkesiut menebar debu hangat di sekeliling, sore ini sedikit panas. Persis seperti sore waktu itu ketika aku dan dia berbicara cukup lama di sini tepat di tempat ini. Perlahan aku membuka kembali surat darinya. Entah sudah berapa kali aku membacanya. Tulisannya lebih rapi daripada tulisannya yang kuingat di buku catatan kimianya yang kupinjam waktu itu. Dan yang terpenting kata-kata di dalamnya selalu membuat hatiku bergetar.
From: Mas
To: Adek
                Assalaamu’alaikum W. W.
Dek, lewat surat ini aku hanya ingin menjelaskan padamu tentang kepergianku. Perlu kamu tahu aku pergi bukan untuk menjauhimu. Aku hanya ingin mencari cara bagaimana baiknya untuk bersama lagi. Aku tahu kamu selama ini merasa sakit atas sikap angkuhku padamu. Tapi mengetahui itu yang kulakukan hanya diam dan membiarkanmu berpura-pura kuat tanpa menyadari bahwa kamu juga ingin melarikan diri. Maafkan aku.
Sejak awal bahkan sampai detik ini, aku tak ingin, dek. Bahkan setiap melihatmu aku selalu begitu ingin mengusap kepalamu dan menunjukkan padamu betapa aku ingin melindungimu. Tapi aku selalu menahan diriku, aku ingin menghormatimu sebagai perempuan yang suci dan berharga. Tapi maafkan aku karena seringkali aku tak mampu menahan diriku untuk tidak melakukannya,
Untuk itulah adekku…. Aku ingin pergi darimu sementara waktu karena setiap bersamamu aku mati-matian mengendapkan perasaanku agar tak melakukan apa yang Tuhan benci. Aku juga berusaha membuatmu menjauhiku. Tapi aku sadar bahwa caraku begitu bodoh untuk membuatmu membenciku. Aku ingin kamu juga menjauhiku karena akulah yang selalu membuatmu menangis. Maafkan aku.
Semoga dengan kepergianku kamu bisa bercanda dan tertawa lagi seperti waktu itu. Meski jauh aku selalu melindungimu, dek. Dan yakinlah suatu saat kita pasti akan bertemu di satu titik yang sama jika kita istiqomah berjalan di satu kebenaran, kamu harus selalu ingat firman Allah QS. Atthur:48 “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami.”
Sekali lagi, maafkan aku, dek. Maafkan Mas….
Wassalaamu;alaikum W. W.
***The end***
                Cerpen ini bukan asli karyaku, melainkan karya seorang kakak kelasku ….. di MAN3 Kediri. Cerpen ini pun pernah dimuat di majalah IQRO’ madrasahku edisi…. Dengan tema The Winner. Aku suka cerpen ini, ya semoga saja menghibur mhihi.